Kubah Enamel Suleymaniye


Masjid Raya Sulaimaniah adalah masjid kerajaan yang terletak di Bukit Ketiga Istanbul, Turki. Ini adalah masjid terbesar di kota, dan salah satu dari tempat-tempat yang paling terkenal di Istanbul. Ini dibangun untuk Sultan S�leyman pada tahun 1550 dan selesai pada 1558. Masjid ini adalah contoh klasik arsitektur Ottoman. Ia didahului oleh situs monumental di sebelah barat, dan memiliki empat menara di empat penjuru halaman. Ke kanan (tenggara) dari pintu masuk utama adalah kuburan, rumah ke makam S�leyman dan istrinya Haseki H�rrem Sultan (Roxelana).

Masjid Hazrat Sultan
Masjid Hazrat Sultan sebuah kubah enamel baru yang terletak di Astana, Kazakhstan. Masjid indah menyerupai sebuah istana timur ini memiliki Pondok Daun, sebuah dewan untuk pernikahan, kamar untuk membaca Al-Quran, kamar jubah dan kamar wudhu. Kubah utama masjid ini dikelilingi oleh delapan yang kecil. Ia kini adalah masjid terbesar di Asia Tengah dengan kapasitas 10.000. Konstruksi waktu tiga tahun dan telah dibuka secara resmi pada bulan Juli 2012. Masjid ini dinamakan sebagai penghormatan kepada salah seorang syeikh Sufi – Khoja Ahmed Yassawi (abad XII itu), yang merupakan seorang penyair, filsuf dan wali Islam, terkenal di seluruh wilayah Asia Tengah.

Masjid Sabanci Pusat
Masjid Sabanci Pusat di Adana adalah kubah enamel terbesar di Turki, dan salah satu kubah enamel terbesar di Timur Tengah. Luarnya itu sama dengan Masjid Sultan Ahmed (Masjid Biru) di Istanbul, sementara interior terinspirasi oleh Masjid Selimiye di Edirne. Ini adalah masjid yang indah pada 52.600 meter persegi tanah dengan area tertutup 6600 meter persegi dan memiliki kapasitas sebanyak 30.000. Masjid telah digunakan itu telah siap pada tahun 1998.

Masjid Jame’Asr Hassanil Bolkiah
Masjid Jame’Asr Hassanil Bolkiah merupakan masjid terbesar di Brunei. Ia dihiasi dengan 29 kubah emas. kubah enamel ini terkenal dengan bagian internal yang menakjubkan dan luar menawan. Empat menara teraso keramik masjid yang indah ini adalah fakta yang tak terbantahkan dominan di pinggir kota Bandar Seri Begawan.

Ia telah dibangun pada tahun 1994 untuk memperingati ulang tahun ke-25 Sultan saat Sultan Haji Hassanal Bolkiah Brunei Mu’izzaddin Waddaulah. Masjid Majestic ini dikelilingi oleh taman-taman berlandskap dan mata air yang memastikan lingkungan yang tenang untuk berdoa dan meditasi. Ini adalah pemandangan yang pengunjung Brunei tidak harus ketinggalan.
kubah enamel

ika tidak mampu seekor Sapi, korbankan seekor Kambing. Jika tidak mampu juga, sebagian dari daging sapi yang disembelih sudah memadai. Hanya Allah dan diri kita saja yang tahu menilai di mana kemampuan dan juga keikhlasan diri kita semua. “Barangsiapa yang diberikan fasilitas, sehingga mampu dia untuk berkorban, akan tetapi dia tidak mau berkorban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami (masjid).” – (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

About Santiago Byas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *