Bagaimana Pejabat Santun Dalam Berpolitik

Kesantunan adalah bukan sesuatu yang hanya diceritakan di mimbar-mimbar, di khotbah-khotbah, di rumah-rumah ibadah, di sekolah-sekolah atau di seminar juga, tidak. Santun itu adalah sebuah realita, dan realita tidak bisa hari ini kita santun hari ini berjalan, tidak. Itu adalah akumulasi dari tradisi yang kita bangun, akumulasi dari kegiatan yang kita lakukan. Jika setiap hari kita biasakan berbicara dengan bahasa yang penuh ancaman, penuh kekerasan, mustahil perilaku kita akan menjadi santun, tapi jika membiasakan diri dengan sikap kita, pola hubungan kita, cara kerja kita dan itu semua sudah kita mulai dengan kesantunan, maka insya Allah lambat laun pribadi yang santun dan masyarakat yang santun akan mulai terbentuk.

Maka dari itu sangat penting partai politik apalagi mulailah menghadirkan itu dalam realita yang konkrit. Janganlah santun hanya menjelang Pilkada misalnya atau menjelang Pemilu misalnya. Santun harus menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Tapi santun bukan berarti kita menjadi “kan kita harus santun, ya sudah melanggar lalu-lintas tidak apa-apa, kan kita harus santun melanggar hukum ya tidak apa-apa” kita kan harus sabar, gak usah diingatkan, tentu tidak demikian. Menjadi santun adalah ketika kita sudah bertindak dengan eksis dengan seluruh aturan-aturan yang telah kita sepakati bersama, di sini ada istilah Pela Gandong dan lainnya hal-hal yang sesungguhnya sangat bagus untuk menghadirkan kebersamaan di Maluku ini.

Jadi menjadi santun bukan berarti tidak berani ke depan mengajak mengingatkan agar seluruh apa yang kita sepakati untuk kita laksanakan, justru tidak santun jika kita membiarkan masyarakat melanggar kesepakatan yang telah kita sepakati bersama. Jadi sekali lagi dan Partai Keadilan Sejahtera saya kira sudah menghadirkan nilai-nilai itu dalam kesehariannya, tapi jangan kesantunan itu hanya menjadi milik dari satu kelompok saja. Nilai itu adalah milik kita semuanya, karena pastilah yang ada di Ambon ini di Maluku, di Indonesia bukanlah milik satu kelompok saja. Pastilah kawan-kawan yang lain juga menginginkan hal yang baik ini, maka Partai Keadilan Sejahtera dalam konteks ini salah satu tugasnya adalah bersilaturahim, berkomunikasi agar hal baik ini dapat dikomunikasikan.

Indonesia kita adalah salah satu bagian dari negara-negara dunia, tidaklah mungkin kita dalam konteks negara bisa bangkit dan kemudian bisa dihargai oleh masyarakat dunia kalau kita sekali lagi hanya terjebak oleh sekedar wacana-wacana, dunia sudah terlalu lihai dengan wacana-wacana. Saya dua hari yang lalu diajak berdialog dengan mantan perdana menteri Singapura, Lee Kuan Yew hampir satu setengah jam, saya dengar beliau bertemu dengan Pak Harto sekitar tiga puluh dua menit.  Kita mendialogkan bagaimana suatu negara bisa maju, dengan membandingkan kasus Singapura, kasus Indonesia, kasus India, banyak kasus, ternyata ada satu kata kunci yaitu, adanya keberanian untuk meniti suatu proses dengan serius untuk menjadi maju. Tidak ada suatu negara bisa maju, bisa sukses, bisa membangun ketika dia melompat, meniadakan proses, meniadakan kesadaran untuk menata suatu proses, dengan melompat. Dengan mengira hari ini saya berkuasa hari ini semuanya harus maju dengan semuanya dibabat, semuanya disingkirkan, itu tidak akan berhasil. Saya bertanya kepada beliau berapa tahun Singapura bisa maju? Dia mengatakan sejak Lee Kuan Yew mencanangkan Singapura untuk maju dan sekarang bisa maju sekitar lima belas sampai dua puluh tahun. Itulah waktu yang terjadi dalam konteks Cina, Hongkong, India, Vitnam, Taiwan, dan Korea Selatan. Ketika mereka ingin membuat negaranya maju, misalnya pada sisi industri, pada sisi perdagangan, pada sisi pemberantasan korupsi dan waktunya adalah lima belas sampai dua puluh tahun. Itu artinya sekitar tiga kali Pilkada, tiga kali pemilihan Umum, waktu yang saya kira membutuhkan kearifan yang luar biasa.  Jual gula stevia

Jadi faktor yang ketiga adalah penting bagi kita untuk menjalani proses, sabar untuk kemudian meniti proses itu, karena dalam konteks negara, di dalam negara itu terdapat banyak orang, amat banyak pihak, amat banyak profesi, amat banyak aturan atau birokrasi yang ada, tidak mungkin main babat, tidak mungkin. Ada proses, proses inilah yang amat penting, dan kita semuanya dituntut untuk sabar. Bukan berati kemudian ada anggapan masih bisa korupsi sekarang karena toh masih ada waktu lima belas tahun lagi, tentu tidak begitu. Tentunya proses-proses ini akan terus berjalan tapi akhirnya ada proses yang memerlukan waktu.

About Santiago Byas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *